Taman Keluarga


Sabtu pagi tanggal 16 Mei 2009 sekitar jam 5 , saya mendapat kabar bahwa keponakan kami telah lahir dengan selamat. Alhamdulillahirabbil’alamin.

Cukup khawatir juga, karena saat ini om Afit dan tante Lia lagi di Riyadh dan jauh dari kelurga besar di Yogya. Syukur, eyang Latif sudah sampai di sana sebelum proses melahirkan.

Alhamdulillah, kami bersyukur ibu dan bayinya sehat dan selamat. Seorang bayi perempuan yang kabarnya besar dan lebat rambutnya. Semoga menjadi anak yang shalihah.Catatan khusus kami, keponakan kami ini udah sering diajak ke tanah suci saat dia dalam kandungan. Semoga membawa berkah dan kebaikan nantinya.

Jadi pengen lihat keponakan baru kami. InsyaAllah nanti kalau sudah pulang ke Yogya ya.

Ditunggu kabar tentang namanya.

Pakdhe Indro dan Budhe Nanis

Singapore, Mei 2009

Buat mas Tantowi yang sedang menjalani operasi usus buntu, semoga cepat sembuh.

Semoga Allah SWT menjadikan ujian ini menjadi kebaikan pada akhirnya. InsyaAllah ada hikmah dibalik semua.

Pesen kami, lebih hati-hati ya makannya.

Semoga lekas sembuh. Amiin.

Indro

Singapore, Mei 2009

Alhamdulillahirabbil’alamin,

Syukur kami atas pernikahan adik kami Dik Adi dan Faela.

Pernikahan yang mengharukan dan InsyaAllah penuh berkah.

Doa kami, semoga Allah memberikan berkah atas pernikahan kalian. Dan semoga Allah senantiasa menyatukan kalian dalam kebaikan. Amiin.

Pesan kami, syukurilah pernikahan ini dengan amal terbaik yang dapat kalian kerjakan.

Semoga Allah  SWT meridhai. Amiin.

Mas Indro & Mbak Nanis

Singapura, Mei 2009

Semester ini memang cukup spesial buat kami. Ditengah-tengah sibuknya menyiapkan ujian akhir dan kegiatan riset, kami juga harus bergantian menjaga Alhakim yang saat ini masih membutuhkan “penjagaan” yang intensif. Alhamdulillah jadwal ujian saya dan istri tidak berbarengan, jadi bisa gantian jagain Alhakim anak kami. Yang deg-degan kemarin saat istri saya ujian, saya harus berusaha Alhakim bisa enjoy bersama saya selama kurang lebih 3.5 jam. Karena biasanya bentar-bentar minta “nenen” (bahasa jawanya menyusui), dan kalau minta nenen biasanya nangis..he2. Alhamdulillah, dengan diajak bermain, bisa juga bertahan selama itu.

img_2289

Oya, ada satu pengalaman menarik selama ini. Setiap dua minggu sekali, istri saya menghadap supervisor untuk diskusi perkembangan risetnya, dan selalu membawa anak kami juga. Menariknya, selama diskusi dengan professor, Alhakim tidak pernah menangis atau rewel, dan malah asyik memperhatikan..he2. jadi geli sendiri. Sampai-sampai supervisor juga heran. Ya mungkin, Alhakim juga tahu kalau sekarang lagi diskusi, jadi gak boleh rame..(bayi aja tahu ya).

Semester ini sudah berakhir, semoga hasilnya baik. Kami harus menyiapkan semester depan dengan lebih baik, terutama untuk Alhakim. Karena semester depan agenda di kampus sudah semakin padet..hmmm.

Oke, itu dulu ceritanya.

Let’s try the best, and the rest…, may Allah SWT give the best for us.

Catatan akhir semester,

Indro ~ Nanis

Suatu hari di Masjid Assyakirin Singapura (Oktober 2008)

Hakim cinta Masjid

habis shalat ama Umi

Habis shalat, foto ma Ayah dulu ah.


Habis lihat Islam civilisation corner

Alhamdulillah, naik “ulat raksasa”

Assalamu’alaikum…

Dengan Mbah

Gaya Koloh-koloh

“Koloh-koloh dulu”

Alhakim in action:

@ Klinik Rachmi Yogya (Juni 2008)

@ Klinik Rachmi Yogya (Juni 2008)

@ Klinik Rachmi Yogya (Juni 2008)

@ Klinik Rachmi Yogya (Juni 2008)

@ Klinik Rachmi Yogya (Juni 2008)

@ Klinik Rachmi (Juni 2008)

@ Klinik Rachmi Yogya (Juni 2008)

@ Rumah eyang dengan box baru

@ Kamar Baru

Dengan bapak-bapak Mushola


Setelah menunggu waktu yang tepat, akhirnya tiba saatnya kami sekeluarga berangkat ke Singapura. Persiapan kali ini tidak seperti biasanya, karena Alhakim anak kami yang saat ini masih berusia hampir empat (4) bulan juga ikut terbang. Ini merupakan pengalaman yang pertama kali terbang dengan anak kami yang masih bayi. Alhamdulillah, dua hari sebelum jadwal keberangkatan dokter anak sudah memberikan rekomendasi terbang dan menyatakan Hakim dalam kondisi sehat. Hal inilah yang terpenting dalam persiapan keberangkatan. Karena akan menjadi sangat beresiko, jika pada saat terbang bayi sedang dalam kondisi tidak fit (batuk atau pilek misalnya).

Singkat cerita, setelah packing dan menyiapkan semua dokumen kami berangkat menuju bandara. Rute penerbangan kali ini berbeda dengan yang biasa kami tempuh. Kali ini kami menggunakan rute penerbangan langsung Semarang-Singapura. Hari Senin, tanggal 13 Oktober 2008 dengan diantar Bapak Ibu Yogya dan Sragen kami berangkat menuju Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang . Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 2.5 jam. Selama perjalanan, Hakim terlihat sudah tahu bahwa dia akan melakukan perjalan yang cukup jauh. Dia terlelap tidur selama perjalanan ke bandara, subhanallah.

Setelah selesai check-in dan mengurus fiskal, kami keluar lagi untuk pamitan ke Bapak-Ibu yang menunggu di luar. Semua terlihat sedih dan khawatir. Mungkin karena kami membawa Hakim yang masih bayi, dan juga barang-barang yang cukup banyak yang kata orang jawa seperti “boyongan”. Kami bisa merasakan kesedihan dan kekhawatiran mereka terlebih karena hampir semua meneteskan air mata saat kami berpelukan untuk pamitan. Tapi kami menjadi tenang, karena mereka semua mendoakan kebaikan dan keselamatan buat kami dengan tulus. Karena keridhaan orang tua merupakan salah satu sebab keridhaan Allah SWT.

Selama perjalanan di pesawat, lagi-lagi kami cukup heran dengan Hakim. Anak ini bener-bener pinter banget, alhamdulillah. Begitu pesawat mulai berjalan, dia langsung bobok dan juga nenen (istilah menyusu di Yogya). Juga pada saat pesawat take-off dan landing dia terlihat antusias nenen dan sambil bobok. Tidak ada suara nangis, seperti yang sering kami dengar pada saat ada seorang bayi yang naik pesawat. Dan selama terbang, Hakim juga terus nenen. Ini bisa mengimbangi perbedaan tekan yang cukup besar selama penerbangan. Kami benar-benar bersyukur pada Allah SWT, setelah menempuh perjalanan selama 2 jam kami bisa mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Singapura. Alhamdulillah.

Setelah di dalam bangunan terminal bandara, ee, baru bangun ni Alhakim. Dia terbangun dan sepertinya mengetahui bahwa sekarang dia sudah sampi di negeri orang. Alhamdulillah, perjalanan kali ini menjadi lebih mudah dari yang kami bayangkan sebelumnya. Akhirnya sampailah keluarga kami di Singapura. Menjalani fase baru dalam kehidupan kami. Berjuang bersama menuntut ilmu bersama anak kami. Semoga Allah memberikan kemudahan.

Indro- Nanis

Singapura, Oktober 2008

Sungguh sudah sangat dekat bulan Ramadhan tahun ini mendatangi kita, insyaAllah. Bulan yang sungguh istimewa buat umat Islam sedunia. Bahkan akan menjadi bulan yang “berbeda” bagi umat-umat lain karena banyak hal dan keunikan yang terjadi selama bulan Ramadhan. Bagi saya, saat-saat seperti sekarang ini begitu menegangkan dan mengharukan. Ibarat kita menunggu suatu kejadian, moment atau peristiwa yang penting dan membahagiakan kita tentu kita sangat berharap waktu itu segera disegerakan. Disatu pihak kita sangat ingin segera bertemu dengan Ramadhan di pihak lain kalau melihat persiapan kita yang masih belum optimal, hal ini yang menyebabkan saya menjadi sedikit dak-dik-duk, jangan-jangan Ramadhan kali ini akan “terlewat begitu saja”. Apalagi gema persiapan menyambut Ramadhan di negeri jiran kita Singapura ini tidak “sesemarak” gaungnya dibandingkan dengan negeri kita, menurut pengamatan saya pribadi.

Melalui tulisan ini saya mencoba mengingatkan saya sendiri, istri dan anakku tercinta, keluarga, sahabat, dan semua yang membaca tulisan ini untuk segera mengencangkan sabuk pengaman kita masing-masing. Setidaknya hal-hal berikut perlu kita persiapkan dalam menyambut bulan Ramadhan yang mulia ini:

@ Persiapan Niat

Niat merupakan hal terpenting sebelum melakukan sesuatu. karena baik dan buruknya hasil dari amal kita pertama kali ditentukan dari untuk apa dia diniatkan. Mari dari sekarang kuatkan niat kita menyambut Ramadhan ini dengan niat yang “terbaik” yang bisa kita lakukan. Jangan sampai bulan Ramadhan sudah tiba, kita memasukinya dengan semangat yang biasa-biasa saja, dengan kualitas niat “seadanya”. Ibarat mau melakukan sesuatu yang penting seperti test UMPTN, menikah dan lain-lain kita benar-benar menguatkan niat jauh-jauh sebelumnya, begitu juga dalam mengahadapi bulan Ramadhan ini.

@Persiapan Ilmu

Baca lagi file-file kita tentang Ramadhan, dengarkan ceramah-ceramah, baca buku, diskusi dengan teman-teman tentang ibadah Ramadhan dan hal-hal lain yang bisa kita lakukan untuk membekali kita dalam melaksanakan ibadah Ramadhan dengan baik dan benar. Mari kita mulai sekarang juga yuk..

@ Perencanaan waktu dengan baik

Ramadhan mungkin akan mengubah ritme waktu kita sehari-hari. Jam bangun tidur, jam makan, jam kerja, jadwal olahraga, jadwal belajar, silaturahmi dan lain-lain. Dengan perencanaan waktu yang baik, kita akan bisa berbuat optimal untuk semua porsi kegiatan kita. Jangan sampai dengan adanya Ramadhan malah membuat kegiatan kita jadi tidak berkualitas. Bukankah para sahabat generasi kita terdahulu menjadikan Ramadhan sebagai bulan meningkatkan “prestasi”?. Pertanyaannya: sudahkan kita membuat perencanaan untuk kegiatan kita selama Ramadhan?

Tentunya masih banyak persiapan yang lain yang perlu disiapkan. Tergantung dari kondisi kita dan keluarga masing-masing. Persiapan logistik, sarana-sarana ibadah kita juga tidak kalah pentingnya. Terakhir, karena kita sebentar lagi akan memasuki “kendaraan” istimewa, dengan kecepatan tinggi yang akan membawa kita pada tempat yang sungguh menyenangkan, maka segeralah kencangkan sabuk pengaman anda masing-masing.

Mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang bersih penuh gembira dan penuh keridhaan, semangat yang membara, dan kita persiapkan segala macam sarana yang akan kita perlukan. Semoga Allah memberikan kemudahan. Amiin.

Indro-Alhakim-Nanis

Singapura, 21 Shabaan 1429 H

23 Agustus 2008

(Gambar: kantor Pos Yogya Tahun 1955/ Sumber: Yusran and partners Blog)

Bulan ini merupakan bulan yang sibuk bagi keluarga kami. Banyak hal yang harus kami kerjakan dan persiapan dalam bulan ini. Hal ini dikarenakan, bulan depan (Agustus 2008), istri dan anakku akan menyusulku ke Singapore. Disamping itu, istriku juga akan mulai belajar Phd nya mulai bulan Agustus ini. Saya harus mencari apartment baru, mengurus tiket pesawat untuk kami nanti, mengurus administrasi untuk istri di NTU dan AUNSeedNet dan lain-lain. Kewajiban untuk membuat Kartu Keluarga, Akta kelahiran dan Passport untuk Hakim anak kami menambah deretan agenda yang harus segera disiapkan. Tentunya semua itu kami lakukan ditengah sibuknya agenda riset bagi saya dan agenda istirahat pasca melahirkan dan merawat bayi kami buat istri saya di Yogya.

Sampai saat ini, alhamdulillah apartemen yang akan kami tempati sudah dapat, tinggal melakukan pembayaran dan administrasi lainnya. Tiket pesawat ke Singapura juga sudah oke, dengan beberapa request khusus ke Garuda karena kami akan membawa bayi nantinya. Saat ini yang belum kelar adalah passport anak kami, karena masih menunggu proses pembuatan KK, Akte Kelahiran, dan juga KTP saya yang kemarin sudah expired..he2. Kabar terakhir, KTP saya dah jadi, alhamdulillah.

Yah, memang tampak melelahkan semua ini. Alhamdulillah kami bisa menyelesaikannya satu demi satu dengan ijin dan pertolongan-NYA. Terimaksih juga buat keluarga yang turut membantu kami mengurus semuanya. Semoga pada saatnya nanti semua persiapan bisa selesai. Amiin.

Memang terasa lelah, cuma memang semua tujuan harus dicapai dengan perjuangan. Kata pepatah Jawa ” Jer Basuki Mowo Beyo” (artinya kurang lebih: untuk meraih suatu kebaikan harus ada “biaya” yang dikeluarkan).

Semoga Allah menguatkan istri dan anakku di sana dalam menyiapkan semua ini. Terimaksih sekali lagi kami ucapkan kepada keluarga atas segala bantuannya. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat. Amiin

Singapura

18 Juli 2008/Rehat sejenak dari kelelahan yang menumpuk.

Next Page »