Ketika saya masih muda dan bebas berimajinasi, saya bermimpi dan bercita-cita untuk mengubah dunia. Seiring bertambahnya usia dan kebijaksanaan, saya mendapati dunia yang tidak berubah. Sayapun menyederhanakan keinginan saya dan memutuskan hanya ingin merubah negeri saya.
Akan tetapi, tampaknya juga tak ada yang berubah dengan negeri saya. Usiapun kian senja, usaha terakhir saya adalah mengubah keluarga dan orang-orang terdekat. Akan tetapi, lagi-lagi mereka tetap sama, tak ada yang berubah.
Dan sekarang, saat saya terbaring sekarat di ranjang kematian, tiba-tiba saya menyadari bahwa yang seharusnya pertama kali saya lakukan adalah mengubah diri sendiri. kemudian dengan memberikan keteladanan, saya mengubah keluarga saya. Dorongan dan inspirasi mereka memungkinkan saya memperbaiki negeri saya dan boleh jadi, saya mungkin bisa mengubah dunia.
Begitulah seharusnya alur mimpi yang sebaiknya kita bangun. Tidak akan ada perbaikan pada sebuah keluarga tanpa adanya perbaikan dari pribadi-pribadi dalam keluarga. Tidak akan ada perbaikan dalam sebuah masyarakat jika keluarga-keluarga pembentuk masyarakat tidak melakukan perbaikan. Dengan perbaikan dalam masyarakat kita, kita boleh bermimpi akan ada perbaikan di negeri kita, dan tidak mustahil kita bisa merubah dunia ke arah yang lebih baik.
Cerita ini ditulis terinspirasi sebuah cerita yang tidak disebutkan pengarangnya (Anonim).
Indro Pranoto
Singapura, 16 Mei 2009