Setiap dari kita pasti menginginkan untuk berinvestasi, dengan harapan bahwa apa yang kita investasikan hari ini akan memberikan keuntungan yang besar atau bahkan jauh lebih besar suatu hari nanti. Investasi berupa tanah, rumah, atau properti lainnya banyak menjadi pilihan karena dipercaya nilainya akan selalu naik dari waktu ke waktu. Investasi lain berupa inveastasi untuk usaha dan juga tabungan atau deposito juga merupakan pilihan bagi mereka yang berinvestasi. Semua itu tentunya sah-sah aja, karena memang pada dasaranya manusia pasti menginginkan kehidupan yang semakin baik dari waktu ke waktu, khususnya dalam hal kesejahteraan hidup.
Dalam kaca mata seorang muslim, tentunya investasi yang kita lakukan haruslah berorientasi jangka panjang, bahkan jangka yang sangat panjang. Ya benar, orientasi akhiratlah sebenarnya tujuan yang NYATA yang sebenarnya akan kita tuju. Maka, orientasi investasi yang kita lakukan di dunia ini haruslah menembus dan bermuara pada bagaimana kita mendapatkan “keuntungan” yang sebesar-besarnya di akhirat nanti. Karena hal yang paling diingin-inginkan seorang muslim adalah kebaikan di dunia dan di akhirat, dalam kata lain bisa diindikasikan dengan kebahagiaan dunia dan juga kebahagiaan di akhirat.
Lalu pertanyaannya, investasi yang seperti apakah yang bisa memberikan keuntungan jangka panjang di dunia dan bahkan sampai akhirat. Berangkat dari petunjuk hamba Allah yang paling mulia Rasulullah SAW, bahwa hanya tiga (3) hal atau amalan yang keuntungannya akan kita rasakan walaupun kita sudah meninggal dunia nantinya. Dengan kata lain, walaupun nantinya seseorang sudah meninggal dunia investasi berupa 3 hal ini, akan tetap dia rasakan, benar-benar menguntungkan bukan?. Investasi yang benar-benar menguntungkan itu yang pertama adalah, amal jariyah. Investasi harta, fikiran, tenaga dan apapun yang kita miliki untuk membuat sarana prasarana baik fisik maupun non fisik dalam rangka beribadah kepada Allah SWT tentunya itu juga merupaka amal jariyah. Mungkin ada diantara kita yang saat ini telah menggagas, merencanakan, dan mendirikan suatu education centre yang didalamnya mengajarkan tentang kebaikan-kebaikan agama, dan juga mendidik anak-anak untuk beribadah kepada Allah maka insyaAllah selama centre itu terus berjalan dan mungkin terus berkembang maka selama itu pula keuntungan itu akan terus mengalir kepada penanam investasi itu, walaupun dia sudah meninggal dunia. Walaupun mungkin usaianya hanya selama 60 tahun, akan tetapi keuntungan yang di peroleh jauh dari itu, bahkan bisa sampai ratusan tahun berikutnya. Itu bukan hal aneh, bukankan kita tahu banyak orang-orang yang namanya tetap di kenang ratusan bahkan ribuan tahun padahal usianya hanya puluhan tahun saja. Bukankah rasulullah dan para sahabat hanya berusia puluhan tahun saja, tetapi nama dan prestasinya tetap menjadi inspirasi bagi ummat ribuan tahun berikutnya sampi hari ini. Atau mungkin para ilmuwan yang mengungkapkan hukum-hukum science, kita tetap mengenalnya dan memanfaatkan buah karyanya ribuan tahun setelahnya, padahal mereka sudah meninggal ribuan tahun yang lalu. Itu hanyalah satu contoh kecil dari sekian banyak contoh investasi amal jariyah yang ada. Maka, berapa banyak kita berinvestasi amal jariyah saat ini.?
(Bersambung, insyaAllah)
